lirik lagu memories

Hasil gambar untuk lirik lagu memories

Here’s to the ones that we gotCheers to the wish you were but you’re notCause the drinks bring back all the memoriesOf everything we’ve been throughToast to the ones here todayToast to the ones that we lost on the wayCause the drinks bring back all the memoriesAnd the memories bring backMemories bring back you
There’s a time that I remember when I did not know no painWhen I believed in foreverAnd everything would stay the sameNow my heart feel like DecemberWhen somebody say your name’Cause I can’t reach out to call youBut I know I will one dayHey
Everybody hurts sometimes, everybody hurts somedayEh ehEverything will be alright, go on raise a glass and sayEh
Here’s to the ones that we gotCheers to the wish you were but you’re not’Cause the drinks bring back all the memoriesOf everything we’ve been throughToast to the ones here todayToast to the ones that we lost on the way’Cause the drinks bring back all the memoriesAnd the memories bring backMemories bring back you
Doo do do doo
Memories bring backMemories bring back you
There’s a time that I remember when I never felt so lostWhen I felt that all the hatred was too powerful to stopNow my heart feel like an emberAnd its lighting up the darkI’ll carry these torches for yaThat you know I’ll never dropYeah
Everybody hurts sometimes, everybody hurts somedayEh ehEverything will be alright, go on raise a glass and sayEh
Here’s to the ones that we gotCheers to the wish you were but you’re not’Cause the drinks bring back all the memoriesOf everything we’ve been throughToast to the ones here todayToast to the ones that we lost on the way’Cause the drinks bring back all the memoriesAnd the memories bring backMemories bring back youDoo do do doo
Memories bring backMemories bring back youDoo do do doo
Memories bring backMemories bring back youYeah yeah yeah
Memories bring backMemories bring back you

sumber:

lirik lagu lugu

Hasil gambar untuk lirik lagu lugu

[Verse 1]
Ku nikmati kebahagiaan ini
Tak mengapa tak ada dirimu
Ada teman-teman yang menemani
Aku sudah tak bodoh lagi

[Pre-Chorus]
Seperti waktu kau bohongi aku
Sampai ku tertipu
Tapi akhirnya ku move on darimu

[Chorus]
Ku memang masih lugu, hanya tahu kamu
Dan tak berfikir untuk dekat yang lain
Kini ku tau kamu, ku tau aslimu
Sorry sorry, ku sudah lupakan kamu

[Verse 2]
Akhirnya ku bisa lupakan kamu
Kamu yang pernah baperin aku
Cukup cukup sudah tak mau lagi
Aku sudah tak bodoh lagi

[Pre-Chorus]
Seperti waktu kau bohongi aku
Sampai ku tertipu
Tapi akhirnya ku move on darimu

[Chorus]
Ku memang masih lugu, hanya tahu kamu
Dan tak berfikir untuk dekat yang lain
Kini ku tau kamu, ku tau aslimu
Sorry sorry ku sudah lupakan kamu

[Bridge]
Takkan lagi ku tertipu
Oleh bujuk rayumu
Takkan mempan gombalanmu lagi

[Chorus]
Ku memang masih lugu, hanya tahu kamu
Dan tak berfikir untuk dekat yang lain
Kini ku tau kamu, ku tau aslimu
Sorry sorry ku sudah lupakan kamu
Ku memang masih lugu, hanya tahu kamu
Dan tak berfikir untuk dekat yang lain
Kini ku tau kamu, ku tau aslimu
Sorry sorry ku sudah lupakan kamu
Ku memang masih lugu, hanya tahu kamu
Dan tak berfikir untuk dekat yang lain
Kini ku tau kamu, ku tau aslimu
Sorry sorry ku sudah lupakan kamu
Ku memang masih lugu, hanya tahu kamu
Dan tak berfikir untuk dekat yang lain
Kini ku tau kamu, ku tau aslimu
Sorry sorry ku sudah lupakan kamu

sumber:

Review Film Bebas: Melayangkan Nostalgia, Merindu Masa Remaja

review-film-bebas-melayangkan-nostalgia-merindu-masa-remaja

Persahabatan di masa sekolah memang tidak ada duanya. Hal-hal menyenangkan, sedih, canda-tawa semuanya jadi satu paket komplit. Tidak ada mesin dan ruang waktu yang bisa mengembalikan semua itu. Miles Films lewat sutradara Riri Riza dan Produser Mira Lesmana kini melakukannya di film berjudul Bebas.

Diadaptasi dari salah satu film laris Korea, berikut ulasan atau review film Bebas yang tayang di bioskop, 23 Oktober 2019.

Selalu ada yang baru dan selalu ada yang lama. Kehidupan Vina (Maizura), sebagai seorang remaja putri yang baru pindah sekolah membuatnya terkenang dengan masa-masa menyenangkan di Sumedang. Sebuah tempat yang jauh dari keriuhan ibukota, tempat ia bersekolah kini.

Polos lugu menggemaskan adalah gaya Vina. Maklum, datang dari sebuah tempat yang tidak familiar menuju tempat baru pasti akan penuh dengan kontradiksi. Tak ada geng-gengan. Tak ada nongkrong di pusat perbelanjaan dan lain-lain.

Namun, di sini, Vina mulai menemukan hal-hal baru. Bermula, terus dirundung sebagai gadis polos dan lugu, Vina kemudian bertemu dengan Kris (Sheryl Sheinafia), yang tak sepolos Vina. Namun, kerap dirundung teman-teman sekolahnya.

Ah, bukan hanya Kris. Masih ada Suci (Lutesha), yang tampil bak idola sekolah. Selalu dipuja, dipetrus, begitu istilah masa kini.  Geng Bebas juga punya Jojo (Baskara Mahendra) yang kalau ngomong selalu seblak. Lidahnya tajam. Tak ada yang tak nyelekit kalau Jojo sudah ngomong. Jessica dengan segala gayanya yang memang sesuai dengan remaja di masa itu, dan satu lagi, Gina (Zulfa Maharani) yang super-super jutek.

Pertemuan antara Vina dan teman-teman barunya memang terkesan klise dan receh. Namun, dari sinilah semuanya dimulai. Perjalanan cerita cinta dan persahabatan. Sebuah kisah nostalgia yang selama ini tersimpan dan dipendam saja. Dibiarkan senyap.

Sampai pada akhirnya, mereka bertemu lagi. Bukan hanya sekadar nostalgia, namun mengurai kisah-kisah klasik yang sebelumnya terbenam. Sekali lagi, tayang di bioskop mulai tanggal 3 Oktober 2019 di seluruh bioskop Indonesia, cek jadwal segera di BookMyShow.

Karakter Kuat, Khas Mirles

film-bebas-mengulang-waktu-mengisahkan-rasa

Apa yang paling menyenangkan dalam setiap film yang digarap oleh Mirles? Karakter yang begitu kuat. Sedikit kembali ke masa lalu, karakter para remaja yang mengisahkan cinta dan persahabatan, bolehlah melihat kembali film Ada Apa dengan Cinta baik yang pertama dan yang kedua.

Karakter Cinta dan Rangga saja misalnya. Begitu sangat-sangat kuat dan menggambarkan bagaimana kehidupan remaja di masa lalu. Pun, tak kalah apiknya, karakter keduanya tampil baik ketika diceritakan sudah dewasa.

Lalu bagaimana dengan film Bebas? Ini yang kembali menjadi kekuatan filmnya. Tak hanya sekadar mengusung cerita film adaptasi dari Korea, namun, kekuatan karakter ini yang menjadi kunci di sepanjang film.

Nama-nama seperti Sheryl Sheinafia, Maizura, Agatha Pricilla, Lutesha, Zulfa Maharani, Baskara Mahendra mungkin belum terlalu familiar. Namun, inilah tangan dingin dari Mirles yang mampu menciptakan karakter kuat pada nama-nama pemeran film Bebas yang masih muda.

Sementara itu, Marsha Timothy, Susan Bachtiar, Indi Barends, Widi Mulia adalah nama-nama yang mulai beken di era ‘90-an. Kini ibaratnya, mereka sudah jadi emak-emak. Namun, lagi-lagi para senior ini mampu memainkan peran Vina, Kris, Jessica, Suci dan Gina yang sudah dewasa juga dengan sangat baik. Belum terlupa tentunya, ada Baim Wong yang berperan sebagai Jojo yang sudah dewasa juga cukup baik di film ini.

Beberapa bagian film ini  terasa canggung. Namun, tertutup karena plot ceritanya juga disajkan dengan baik, dua cerita dengan timeline yang berbeda mampu tertata dengan baik. Hampir semua pemain-pemainnya tampil dengan sangat baik. Sedikit tambahan, karkaterisasi masing-masing pemeran Vina, Kris, Jessica, Suci dan Gina yang masih remaja pun disesuaikan dengan fakta dari kehidupan nyata.

Maizura misalnya. Ia memang pendatang di kota Jakarta. Maklum Maizura adalah remaja yang datang dari Makassar dan pindah ke Jakarta. Sementara itu, masih ada Agatha Pricilia yang selalu heboh sendiri. Sisanya, siap-siap larut dalam nostalgia dan kamu bisa mengeluarkan celetukan “eh, gue dulu kayak gini.”

Nostalgia Masa Sekolah

review-film-bebas-melayangkan-nostalgia-merindu-masa-remaja

Tak ada ceriwisan di media sosial Twitter. Tak ada aksi panjat sosial atau pake quote-quote bijak yang kemudian di posting lewat Instagram. Masa sekolah di era ’90-an memang tak ada yang begini. Kongkow adalah senjata utama untuk update informasi terbaru atau mengkritik hal-hal yang sudah mulai merusak tatanan sosial. Memicu konflik atau menambah teman. Lepaskan, dan bebas. Gagasan ini dituangkan dengan baik oleh Mirles melalui Bebas.

Gambaran ini dialihkan di dalam film Bebas yang menggambarkan masa sekolah di tahun ‘90-an. Menonton film ini akan membawa kita bagaimana percakapan atau perdebatan yang saling bertatap muka merupakan cara terbaik untuk mengerti dan saling memahami di antara begitu banyaknya perbedaan yang terjadi.

Geng Bebas melakukannya itu. Jangan bohong kalau kamu yang bersekolah di masa-masa itu tidak mengakui semua ini. Melalui film ini kamu akan digiring dengan masa-masa nostalgia dimana kamu bisa berkomunikasi, gelisah, saling curhat atau berseteru tanpa komunikasi perangkat gawai.

Momentum yang tidak hanya sekadar membawa historia masa lalu. Masa-masa sekolah di SMA adalah tentang bagaimana memahami tentang cinta monyet, atau berseteru dengan kelompok yang tidak kita suka. Geng Bebas adalah cara mereka mengajak penonton bernostalgia dalam senyap. Haru dan rindu menjadi satu. Mungkin, setelah ini kamu akan kembali membuka laman Facebook dan mencari teman-teman di masa sekolah. Atau, membuka kembali grup WhatsApp yang berisikan teman-teman di masa sekolah dan mengetikkan “Kuy”.

Indonesia Banget

review-film-bebas-melayangkan-nostalgia-merindu-masa-remaja

Adaptasi dari film Korea berjudul Suny, Bebas punya gayanya sendiri. Selain kekuatan karakter yang dimainkan dengan apik oleh masing-masing pemeran, film ini mencoba mengenyampingkan kekuatan film-film Korea. Suasana yang Indonesia banget dihidupkan di film ini.

Kehidupan para remaja di masa lalu memang hanya bisa diceritakan dikala reunian. Namun, di film ini visualisasi bagaimana kehidupan remaja Indonesia di masa itu mampu diciptakan dengan sangat baik. Hal-hal detil seperti kepolosan, cuek, kegilaan, dan benar-benar bebas, sebebas-bebasnya.

sumber:

REVIEW: DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH (2011)

MD Pictures, rumah produksi yang sempat meraih sukses besar ketika merilis Ayat-Ayat Cinta (2008), yang kemudian memulai tren perilisan film-film drama bernuansa reliji di industri film Indonesia, sepertinya sangat berhasrat untuk mengadaptasi novel karya Buya Hamka, Di Bawah Lindungan Ka’bah, menjadi sebuah tayangan film layar lebar. Mereka bahkan rela menghabiskan waktu selama dua tahun untuk menyelesaikan proses produksi dan dana sebesar Rp25 miliar untuk menampilkan tata produksi terbaik untuk mendukung pembuatan versi film dari salah satu karya paling populer di dunia sastra Indonesia tersebut. Hasilnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah menjadi sebuah film bertemakan kasih tak sampai dengan tampilan komersial yang sangat akut… seperti yang telah diduga banyak orang ketika nama Hanny R Saputra dilibatkan sebagai sutradara bagi film ini.

Di Bawah Lindungan Ka’bah memulai kisahnya dengan memperkenalkan Hamid (Herjunot Ali), seorang pemuda tampan, cerdas, saleh, berbudi pekerti tinggi namun terlahir dengan keadaan ekonomi yang berada di bawah garis kemiskinan. Untungnya, kehidupan Hamid dan ibunya (Jenny Rachman) selama ini cukup terbantu dengan keberadaan Haji Jafar (Didi Petet), seorang pria dermawan yang saleh serta cukup terpandang di sebuah kampung di provinsi Sumatera Barat yang masyarakatnya memegang teguh adat istiadat dan taat dalam menjalankan ajaran dan aturan agama. Haji Jafar bahkan membiayai pendidikan Hamid di sebuah sekolah agama bergengsi hingga Hamid akhirnya mampu menyelesaikan pendidikannya.

Dilema mulai mewarnai kehidupan Hamid ketika ia jatuh cinta dengan Zainab (Laudya Chyntia Bella), puteri jelita semata mayang dari Haji Jafar. Perbedaan status sosial yang begitu jauh antara keduanya membuat hubungan antara Hamid dan Zainab sepertinya tidak mungkin bersatu, walaupun keduanya sama-sama menyukai satu sama lain. Tidak hanya berhenti disitu, berbagai cobaan mulai mendera hubungan keduanya: mulai dari Hamid yang diusir dari kampungnya setelah dituduh telah ‘menyentuh’ Zainab secara tidak sopan hingga perjodohan Zainab dengan seorang pemuda anak saudagar kaya yang semakin memojokkan posisi Hamid. Hamid yang terusir dari kampung akhirnya meneruskan perjalanannya demi mewujudkan impiannya agar dapat menunaikan ibadah haji di Mekkah. Di saat yang sama, Zainab tetap menunggu kembalinya Hamid agar mereka dapat kembali menjalin hubungan kasih suci mereka yang telah terputus.

Diadaptasi oleh Titien Wattimena (Minggu Pagi di Victoria Park, 2010) dan Armantono (Love Story), kisah cerita Di Bawah Lindungan Ka’bah memang memiliki cukup banyak perbedaan yang berarti jika dibandingkan antara jalinan kisah yang tertulis di novelnya. Kisah mengenai pengusiran karakter Hamid dari kampungnya serta karakterisasi antagonis dari karakter pria yang dijodohkan dengan Zainab merupakan bentuk penyesuaian konflik yang dilakukan Titien dan Armantono untuk menerjemahkan jalan cerita yang berlangsung di masa klasik menjadi sebuah jalan cerita dengan sentuhan yang lebih modern. Dialog-dialog yang terjalin antara setiap karakter juga dibentuk dengan dialog modern daripada menggunakan dialog berbentuk metafora maupun pantun seperti yang digunakan di versi novel – walaupun Titien dan Armantono beberapa kali tetap menyelipkan dialog-dialog bernada klasik tersebut pada beberapa bagian cerita.

Walau berusaha untuk menerjemahkan jalan cerita menjadi modern, Hanny R Saputra tetap mempertahankan latar belakang waktu cerita berada pada kisaran daerah Sumatera Barat di tahun 1920-an. Disinilah dana produksi sebesar Rp25 miliar – mari tidak berdebat dengan pernyataan yang telah dikeluarkan pihak produser tentang jumlah total biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk film ini – tersebut banyak digunakan. Tim produksi Di Bawah Lindungan Ka’bah memunculkan banyak properti yang akan memunculkan nuansa klasik daerah Sumatera Barat tersebut, mulai dari tata perkampungan Minang, pasar tradisional, tata kostum yang digunakan oleh setiap orang, bangunan surau dan sebuah kincir air – yang kemungkinan merupakan kincir air yang sama yang muncul pada film Hanny R Saputra sebelumnya, Love Story – hingga perekaan ulang suasana Mekkah lengkap dengan tiruan bangunan Ka’bah-nya. Cukup mampu bekerja dengan baik dalam membangkitkan suasana klasik tersebut, walaupun… dapat dipastikan bahwa tim produksi Di Bawah Lindungan Ka’bah masih menyimpan cukup banyak dana sisa produksi dari total bujet sebesar Rp25 miliar yang disediakan. Just saying.

Beberapa detil dalam penceritaan Di Bawah Lindungan Ka’bah – seperti penggunaan aksen Minang yang tidak konsisten di sepanjang film, dapat ditemukan walaupun tidak akan cukup mengganggu jika penonton tidak begitu menyadari hal tersebut. Namun, proses penceritaan film ini terasa lemah sekali di bagian pertengahan film, ketika karakter Hamid dikisahkan telah keluar dari kampung dan terus menerus digambarkan mengalami penderitaan yang mendalam akibat terpisah dari Zainab. Hanny gagal memberikan poin yang menarik dalam menampilkan sisi kepedihan karakter Hamid dan Zainab selama mereka terpisah. Ditampilkan dengan alur yang terlalu mendayu-dayu – sangat khas seorang Hanny R Saputra, tentunya – bagian ini menjadi begitu menjemukan untuk diikuti. Pun begitu, Hanny cukup berhasil dalam mengemas momen-momen drama tearjerker – sekali lagi, khas Hanny R Saputra, tentu saja – yang seringkali menjadi highlight tersendiri bagi Di Bawah Lindungan Ka’bah.

Herjunot Ali dan Laudya Chyntia Bella cukup mampu menghidupkan karakter mereka dengan baik di sepanjang film. Walaupun begitu, chemistry yang tercipta antara keduanya adalah sangat minim untuk dapat dirasakan penonton. Minimnya percikan daya tarik dari karakter Hamid dan Zainab sebagai pasangan kekasih cukup memberikan pengaruh pada kegagalan jalan cerita Di Bawah Lindungan Ka’bah dalam menjalin hubungan emosional yang mendalam pada penontonnya. Jajaran pemeran mendukung tampil tidak mengecewakan, dengan Jenny Rachman kembali hadir di industri film nasional dan tetap mampu memberikan permainan akting terbaiknya serta Tarra Budiman yang berperan sebagai sahabat Hamid yang sering muncul dan menyita perhatian.

Seperti film-film nasional lainnya yang memanfaatkan nuansa latar belakang daerah Indonesia sebagai bagian dari ceritanya, Di Bawah Lindungan Ka’bah juga memberikan penampilan sinematografi yang cukup memikat. Di bawah arahan Ipung Rachmat Syaiful, tampilan gambar Di Bawah Lindungan Ka’bah tampil mempesona dalam menangkap nuansa alami daerah Sumatera Barat. Tya Subiakto Satrio sendiri juga mengisi deretan tata musik di film ini. Cukup berhasil dalam memberikan kedalaman emosional cerita pada beberapa bagian, namun lebih sering terdengar megah dalam mendayu-dayu pada banyak bagian film.

Dengan menerapkan beberapa baris kisah baru yang diterapkan pada kisah legendaris Di Bawah Lindungan Ka’bah, film yang diharapkan akan mampu mengikuti kesuksesan Ayat-Ayat Cinta ini harus diakui akan banyak mengecewakan para penggemar novelnya. Versi film Di Bawah Lindungan Ka’bah sangat terasa begitu modern dalam penceritaannya terlepas dari usaha Hanny R Saputra untuk mempertahankan nuansa tahun 1920-an di sepanjang penceritaan film ini. Hasilnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah lebih terkesan sebagai bagian dari deretan filmografi film-film romansa cengeng Hanny R Saputra daripada sebagai sebuah film yang mengadaptasi sebuah karya sastra bernuansa Islami legendaris. Departemen akting dan tata produksi tampil cukup dinamis, terlepas dari beberapa kekurangan yang muncul, namun karakterisasi yang lemah serta jalan cerita yang cenderung lamban dan bertele-tele membuat Di Bawah Lindungan Ka’bah gagal untuk tampil istimewa seperti yang diharapkan.

Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011)

Directed by Hanny R. Saputra Produced by Dhamoo Punjabi, Manooj Punjabi Written by Titien Wattimena, Armantono (screenplay), Buya Hamka (novelStarring Herjunot Ali, Laudya Cynthia Bella, Niken Anjani, Tarra Budiman, Jenny Rachman, Widyawati, Didi Petet, Leroy Osmani, Ajun Perwira, Akhmad Setyadi Music by Tya Subiakto Satrio Cinematography Ipung Rachmat Syaiful Editing by Yoga Krispratama Studio MD Pictures Running time 121 minutes Country Indonesia Language Indonesian

sumber:

Erick Thohir Jadi Eksekutif Federasi Bola Basket Internasional

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir terpilih sebagai anggota Central Board Federasi Bola Basket Internasional FIBA tahun 2019 - 2023 pada Kamis (29/8/2019) di Beijing, China.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir, kembali dipercaya menjadi anggota Central Board Federasi Bola Basket Internasional FIBA tahun 2019 – 2023.

Erick Thohir terpilih bersama anggota Central Board dari 13 negara di Beijing, China, Kamis (29/8/2019).

Ini adalah kali kedua ditunjuknya Erick Thohir pada jabatan tersebut setelah sebelumnya ia bertugas pada 2015 dan mengakhiri tugasnya hingga kemarin.

Baca Juga: Gara-gara Tiket Pesawat, Jadwal Laga Timnas U-19 Indonesia Kontra Iran Berubah

Sebagai eksekutif tingkat atas FIBA, peran Central Board adalah mengawasi praktik bola basket dunia dengan masa jabatan empat tahun yang dimulai setelah hari terakhir setiap Kongres.

“Sebagai Ketua Perbasi, saya menyambut gembira atas kembali dipercayanya Bapak Erick Thohir menjadi Central Board FIBA. Hal ini agar basket Indonesia bisa lebih didengar di dunia, sehingga kesempatan-kesempatan untuk meningkatkan bola basket Indonesia tidak akan luput,” kata Ketua Umum Perbasi, Danny Kosasih.

“Tidak mudah untuk bisa dipercaya menjadi Central Board di Federasi tingkat dunia, harus betul-betul memiliki rekam jejak yang jelas dan komitmen yang tinggi. Pak Erick sudah menunjukkan hal itu,” ucapnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Erick Thohir menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah bersama-sama berkomitmen membangun industri bola basket di Tanah Air. Dengan komitmen yang sama berarti juga memberikan dukungan yang besar bagi perkembangan bola basket di Indonesia.

sumber:

Simeone: Valverde Menangkan Madrid, Sangat Layak Jadi Man of The Match

Tekel Federico Valverde kepada Alvaro Morata yang menentukan kemenangan Real Madrid. (Foto: Francois Nel/Getty Images)

Jakarta – Pelatih Atletico MadridDiego Simeone tak keberatan dengan aksi Federico Valverde sengaja melanggar Alvaro Morata hingga dikartu merah. Itu menjadi momen kunci.

Aksi Federico Valverde menjadi sorotan kala Real Madrid mengatasi Atletico Madrid pada final Piala Super Spanyol di King Abdullah Sports City, Jeddah, Senin (13/1/2020) dini hari WIB. Laga itu ditentukan dengan adu penalti di mana Los Blancos menang 4-1.

Valverde menjadi sorotan karena aksi tekelnya ke Morata di menit ke-115. Saat itu gelandang Madrid tersebut jadi orang terakhir di pertahanan, sementara Morata sudah beberapa langkah di depan dan menghadapi situasi satu lawan satu dengan kiper Thibaut Courtois.

Keputusan diambil Valverde yakni melakukan tekel, yang otomatis membuatnya dikartu merah. Simeone menyebut aksi Valverde itu sebagai keputusan yang logis.

“Itu adalah momen terpenting di pertandingan tadi. Saya bilang ke dia bahwa siapapun akan melakukan hal yang sama kalau di posisinya,” ujar Simeone dikutip Marca.

“Saya rasa memberikan Valverde gelar man of the match itu sangat masuk akal karena Valverde memenangkan pertandingan dengan aksinya ini,” tambahnya.

Simeone menyebut Atletico sudah memulai pertandingan dengan baik, tapi Madrid bereaksi dan berkembang seiring jalannya laga. Simeone lagi-lagi menyebut Valverde sebagai kunci pertandingan.

“Kami memulai dengan cukup baik di 20-25 menit pertama. Real Madrid meningkat di 15 menit terakhir babak pertama,” sambung Simeone.

“Di babak kedua, situasinya berubah. Mereka punya peluang-peluang, tapi kami selalu dalam posisi-posisi baik dengan sejumlah serangan bagus ke gawang mereka.”

“Momen paling penting adalah dari Valverde, yang mengambil keputusan wajar untuk timnya dan dia mencegah kami dari mendapatkan situasi mencetak gol yang bisa saja menentukan pertandingan,” tandasnya.

sumber:

Tren Krav Maga, Seni Bela Diri dan Survival Asal Israel

Tren Krav Maga, Seni Bela Diri dan Survival Asal Israel

JawaPos.com – Teknik menyelamatkan diri dari tindak kekerasan perlu dimiliki tiap orang. Karenanya, UniCombat Academy mengajarkan teknik bela diri dan survival bernama krav maga. Acaranya digelar di Oldwood Bar Jalan Nias, Surabaya, Minggu (11/3). 

Pesertanya sekira 54 orang se-Indonesia. Tujuannya, memperkenalkan sistem bela diri Krav Maga ke masyarakat. Instrukturnya bahkan didatangkan langsung dari Belanda. Namanya Mark Benschop. 

Owner UniCombat Academy Randy Tumewa mengatakan, pembelajaran tersebut baru digelar pertama kalinya di Indonesia. Acaranya dikemas dalam bentuk workshop. Konsepnya, adalah teknik bela diri dan survival saat terjadi tindak kekerasan di tempat umum. 

Krav Maga
Peserta krav maga menjajal teknik serangan dengan pisau yang diajarkan Instruktur Krav Maga asal Belanda Mark Benschop di Oldwood Bar.  (Aryo Mahendro/JawaPos.com)

Workshop ini kami buat konsepnya seperti penyerangan di dalam Bar. Mulai dari teknik survival dengan tangan kosong, pecahan botol hingga serangan pisau,” kata Rendy kepada JawaPos.com, Minggu (11/3). 

Menurut Rendy, krav maga mengajarkan sistem atau teknik yang berbeda dengan seni bela diri lainnya. Bedanya adalah, krav maga tidak mengenal aturan main. Karena, krav maga memang bukan jenis atau olah raga martial art

“Anda mau gigit, tendang kemaluan, colok mata, itu semua diperbolehkan. Karena intinya bagaimana dapat menyelamatkan diri dalam segala situasi,” jelas Randy. 

Sementara itu, Instruktur Krav Maga Mark Benschop mengatakan, seni Krav Maga berasal dan dikembang di Isreal. Biasanya, digunakan sebagai materi latihan bela diri kepada personel militer dan anti teroris di Israel. 

Pada perkembangannya, krav maga juga dipelajari dan digunakan di kalangan warga sipil. Karena, krav maga, memiliki sistem pertahanan diri yang cukup efektif. Yakni, teknik yang didasari oleh reaksi alami atau reflek manusia. 

“Jadi kalau ada orang yang menyerang, yang diserang pasti bereaksi. Nah, reaksi itulah pertahanan diri kita,” kata Mark. 

Mark menjelaskan, krav maga dapat dipelajari semua orang. Bahkan, untuk orang yang tidak pernah belajar bela diri apapun. Karena, memanfaatkan reaksi seseorang terhadap serangan. 

Hanya, lanjutnya, memang butuh waktu setidaknya 2 tahun untuk menguasai semua teknik krav maga. Satu kurikulum pelajaran krav maga berisi 15 level atau tingkatan. Level praktisioner, graduate, dan di tingkat expert atau ahli. 

Secara umum, dibagi jadi dua. Yakni, pertahanan ringan (soft defense) atau berat (hard defense). Semua teknik tersebut dapat dipraktekkan secara efektif. Jika, dilakukan dalam hitungan kurang dari 3 detik. 

“Termasuk teknik bagaimana melawan satu hingga banyak orang. Dapat memanfaatkan benda apapun. Mulai dari tongkat, pisau, hingga pistol,” jelasnya. 

Salah seorang peserta workshop Krav Maga, Irene mengaku senang dengan pelatihan tersebut. Dia pernah berlatih muay thai selama 4 bulan. Menurutnya, krav maga dan muay thai memang berbeda. 

“Seneng sih. Buat pengalaman saja. Siapa tahu ada perlakuan tidak mengenakkan dari seseorang, saya bisa self defense (membela diri),” kata Irene.

sumber:

Muay Thai, Seni Bela Diri yang Baik untuk Tubuh

Muay Thai Boxing

Jakarta – Muay thai merupakan salah satu seni bela diri yang tenar di kalangan masyarakat luas. Bahkan tak hanya pria, wanita pun turut menggemari olahraga yang satu ini.

Asal muasal Muay thai berakar dari Thailand. Seni bela diri ini memerlukan kelincahan tubuh yang cepat juga tepat serta kekuatan juga dibutuhkan.

Seperti dilansir Health Guidance, ditulis Rabu (20/01/2016) ada beragam manfaat yang didapat dari seni bela diri ini. Mulai dari fisik menjadi lebih proporsional, mempengaruhi mental, sampai membantu menghilangkan lemak dalam tubuh.

Bahkan olahraga yang banyak menggunakan gerakan seluruh tubuh ini juga baik untuk para ibu yang sudah memiliki anak. Selain sehat, muay thai juga bisa menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang sambil menunggu anak pulang sekolah.

sumber:

Ngemil Pizza Italia yang Renyah, Enak dan Murah di Ubud

Foto: Herdian Soenarko

Jakarta – Pizzanya dibuat segar saat dipesan dan dipanggang di dalam tungku batu. Hasilnya, kulitnya renyah dan toppingnya juga berlimpah. Puas banget!

Pilihan makanan di kawasan Ubud, Bali tidaklah terlalu banyak. Selain bebek goreng Bali ada beberapa rumah makan dengan menu asing dan tradisional Bali. Buat turis lokal pilihan tak terlalu banyak. Apalagi harga yang dipatok, harga turis yang relatif mahal.

Saat ngidam pizza, supir yang mengantar kami merekomendasikan gerai pizza lain, selain yang sering kamu singgahi. Letaknya juga agak nyempil di sepotong jalan kecil, Jl. Bisma. Tak ada area parkir sama sekali kecuali untuk beberapa motor dan sepeda.

Namanya Umah Pizza, sederhana seperti tampilan gerai yang dilengkapi beberapa kursi rotan putih dan meja kayu untuk makan di tempat. Bagian tengah gerai dipakai sebagai tempat meracik pizza sekaligus oven batu. Kalau mau bisa melihat proses pizza diracik hingga matang.

Ngemil Pizza Italia yang Renyah, Enak dan Murah di Ubud

Ternyata gerai ini cukup ramai, banyak pesanan pizza takeaway dan tak henti-henti hidung kami ditiup aroma wangi ragi adonanan pizza plus gurih keju yang semerbak. Jadi makin lapar dan tergoda!

Informasi bahwa pizza di Umah Pizza harganya murah memang terbukti. Rata-rata Rp 50.000 untuk pizza ukuran besar (32 cm). Di sini bisa memilih pizza ukuran mini (12 cm) dan kecil (20 cm). Pilihan toppingnya sangat banyak, dari yang klasik hingga pizza manis atau dessert pizza.

Mixed Green Salad kami pilih sebagai pembuka yang disajikan cepat. Campuran daun selada, lettuce dan potongan buncis ini disiram saus balsamico yang kecut segar. Lumayan segar buat menanti pizza siap disajikan. Selain perlu waktu sekitar 15 menit untuk pizza, antrean pesanan membuat sedikit lebih lama.

Ngemil Pizza Italia yang Renyah, Enak dan Murah di Ubud

Pizza Regina ukuran 32 cm disajikan panas mengepul di hadapan kami. Wangi roti tercium enak. Pizza ini memakai topping saus tomat segar, ham, jamur champignon dan keju mozzarella. Saus tomatnya terasa segar karena buatan sendiri. Terlihat pada kotak plastik besar di meja racik pizza.

Bakaran pizzanya kecokelatan, kulitnya tipis dan rasanya renyah krenyes. Toppingnya juga merata disebarkan ke seluruh permukaan pizza ini. Tidak pelit dan bahannya terasa segar banget.

Sebelum pizza habis kami tergoda memesan hidangan utama, Chicken Mushroom. Wah, ternyata pesanan ini berupa mashed potatoes yang disiram saus jamur creamy. Porsinya lumayan besar hampir memenuhi piring datar yang besar. Tampilan tak terlalu menarik.

Irisan jamur chamignonnya kenyal segar dan sausnya creamy karena memakai susu. Sedangkan mashed potatoes-nya lembut tetapi tidak terlalu gurih sehingga pas dinikmati dengan saus jamur yang creamy. Sudah dimakan berdua, porsi Chicken Mushroom ini memang super mengenyangkan.

Ngemil Pizza Italia yang Renyah, Enak dan Murah di Ubud

Karena penasaran dengan pizza deseert, kamu menutup makan malam dengan Chocolate pizza ukuran kecil. Toppingnya potongan cokelat leleh, krim dan pisang. Cukup enak dan pizza ini memang kudu dimakan hangat supaya terasa lelehan cokelatnya.

Yang menyenangkan, Umah Pizza melayani pesan antar lewat telepon. Kalau lagi santai-santai di Ubud pengin ngemil pizza bisa jadi pilihan. Selain harganya terjangkau pelayanannya cepat. Sepertinya kami bakal balik lagi kalai ke Ubud.

sumber:

Warung Gaul Ayam Malaya: Crispy Gurih Ayam Malaya yang Legendaris

Foto: dok. detikFood / Riska Fitria

Jakarta – Kawasan Menteng, Jakarta Pusat dikenal sebagai kawasan elite. Namun di antara rumah mewah terdapat warung kaki lima legendaris yang menawarkan menu ayam malaya.

Menelusuri kawasan elite di Menteng kamu akan menemukan sebuah warung sederhana yang mangkal di pinggir jalan. Warung tersebut dikenal dengan nama Warung Gaul Ayam Malaya yang sudah ada sejak tahun 1980-an.

Warung Gaul Ayam Malaya: Crispy Gurih Ayam Malaya yang Legendaris

Sesuai namanya, warung sederhana tersebut menawarkan menu ayam malaya. Selain itu juga menawarkan menu nasi goreng dengan berbagai varian. Namun, Warung Gaul Ayam Malaya ini memiliki dua menu yang menjadi andalan dan selalu dicari pelanggan.

“Menu yang paling favorit di sini itu ada ayam gohyong dan ayam malaya,” ujar salah satu pelayan kepada detikcom (8/1).

Lebih lanjut, pelayan tersebut menjelaskan bahwa ayam gohyong merupakan olahan daging ayam cincang yang dicampur dengan daging sapi. Kemudian daging cincang tersebut dibalut dengan telur lalu digoreng. Gohiong sendiri sebenarnya dikenal dalam kuliner Betawi yang merupakan makanan khas China.

Sementara ayam malaya merupakan makanan yang terbuat dari daging ayam tanpa tulang yang dibalut dengan tepung dan digoreng. Di media sosial, kedua makanan tersebut sangat populer. Bahkan banyak dari netizen yang merekomendasikan untuk datang ke warung tersebut dan mencicip menu makanannya.

Karena penasaran, akhirnya kami pun mengunjungi warungnya. Lokasinya berada di pertigaan jalan. Tampilan Warung Gaul Ayam Malaya sangat sederhana. Hanya berupa gerobak dengan 3 meja dan beberapa bangku, bahkan tanpa tenda.

Namun, warung tersebut tetap dipenuhi dengan pengunjung yang silih berganti. Kami langsung memesan kedua menu yang telah direkomendasikan. Warung Gaul Ayam Malaya ini dilayani oleh beberapa pelayan, sehingga kami tidak perlu menunggu waktu lama untuk pesanan kami.

Warung Gaul Ayam Malaya: Crispy Gurih Ayam Malaya yang Legendaris

Pertama ada Ayam Gohyong (Rp. 25.000). Dilihat dari porsinya cukup royal, dengan potongan ayam gohyongnya yang juga terbilang besar. Ayam gohyong tersebut disajikan dengan kuah mentega yang berwarna kecokelatan dari mentega dan kecap asin.

Teksturnya tidak renyag tapi sedikit lembek. Ketika dipotong, cincangan daging di dalamnya langsung keluar. Ketika ayam gohyong disantap berbarengan dengan kuah mentega rasanya makin mantap. Karena saus yang gurih sedikit asam.

Begitu pun dengan menu ayam malaya (Rp. 25.000) yang juga memiliki porsi yang royal. Dengan melihat tampilannya, kamu pasti langsung terbayangkan dengan tekstur renyah dari ayam malaya tersebut. Benar saja, begitu disantap bunyi ‘kress’ pun terdengar karena teksturnya yang crispy.

Meskipun tak berupa lapisan tepung crispy seperti ayam goreng fastfood. Lapisan tepungnya tebal tetapi daging ayam cukup padat. Menu ayam malaya ini juga disajikan dengan kuah mentega yang gurih.

Menu makanan di sini disajikan hangat-hangat, sehingga sangat cocok disantap saat cuaca dingin. Meski hanya warung kaki lima, tetapi makan di Warung Gaul Ayam Malaya sangat nyaman.

Letaknya yang berada di antara perumahan elit, membuat pelanggan tidak dibisingkan dengan kendaraan yang lalu lalang melintas. Warung ini dapat dikunjungi setiap hari, tetapi hanya buka di waktu malam saja. Kalau penasaran, langsung saja mampir ke warungnya.

Warung Gaul Ayam Malaya
Jl. Lombok, Gondangdia
Menteng, Jakarta Pusat
Jam Buka : 18.00 – 01.00

sumber: