Floating Breakfast

Foto: Instagram

Jakarta – Dekade silam sarapan di ranjang alias ‘breakfast in bed’ sangat populer. Kini tren sudah digantikan dangan ‘floating breakfast’, sarapan di kolam renang.

Semua orang di dunia setuju jika sarapan jadi waktu makan terpenting dalam sehari. Karenanya selalu mendapat perhatian istimewa. Termasuk munculnya tren ‘breakfast in bed’ atau sarapan di ranjang yang populer sepuluh tahun silam.

Umumnya dilakukan oleh para pasangan pengantin atau honeymooners untuk menikmati kebersamaan. Sarapan ditaruh di atas baki berkaki dan bisa langsung ditaruh di atas perut, mirip baki orang sakit di rumah sakit. Kadang sarapan ini ditujukan juga untuk kejutan di Hari Ibu atau hari ulang tahun.

Namun kemudian muncul ‘floating breakfast’ yang konon diawali di Ayana Resort and Spa di Jimbaran, Bali. Kabarnya saat itu, sepuluh tahun silam, sepasang tamu meminta disediakan sarapan di kolam renang sehingga mereka bisa menikmati sarapan di kolam renang sambil berenang

Ternyata ‘floating breakfast‘ ini menjadi menarik dan ditawarkan juga di Banyan Tree Koh Samui dan Banyan Tree Bintan. Menu yang disajikan tak jauh dari American Breakfast, English Breakfast dan Continental Breakfast. Semua menu ditata di atas baki besar yang bisa mengapung di atas air.

Kini Bali dikenal sebagai tempat menikmati ‘floating breakfast’ yang cantik dan beragam di dunia. Umumnya ditawarkan di resort dan villa dengan kolam renang pribadi. Seperti The Ritz-Carlton Bali Nusa Dua. Floating breakfast ditawarkan sebagai salah satu menu sarapan istimewa di kamar dengan kolam renang pribadi.

Menu sarapan yang disajikan termasuk lengkap. Berupa sekeranjang berisi aneka pastry, jus buah, pizza buah segar, egg benedict dengan irisan fillet salmon dan poached egg. Sereal dengan buah segar dan french toast serta yogurt melengkapi menu yang disajikan untuk berdua.

Sarapan Sultan 'Floating Breakfast' yang Ikonik dari Pulau Dewata
Menu ‘floating breakfast’ disajikan di atas perahu mungil di The Chedi Tanah Gajah Ubud. Foto: Instagram @thecheditanahgajah

Keranjang berbentuk seperti baki pendek sudah diberi alas gabus tebal yang tahan air. Baki ini akan mengapung bebas di kolam renang. Tinggal ditarik saja jika ingin menegak jus buah atau makan roti. Hanya saja baki tak boleh ditekan terlalu kuat karena akan tenggelam. Peralatan makan dan serbet juga disiapkan.

Seperti sarapan di meja makan dan di ranjang, floating breakfast di kolam renang juga harus dinikmati segera. Karena jika dibiarkan terlalu lama telur, roti panggang dan saus akan dingin dan tak enak lagi rasanya. Sebaiknya dinikmati bertahap karena jika perut kekenyangan juga tak baik jika langsung berenang. Kecuali sekedar bermain air dan berfoto serta bervideo ria di kolam renang sambil sarapan.

Sensasi berendam di air sambil sarapan memang terasa berbeda. Sangat menyenangkan apalagi dinikmati berdua atau beramai-ramai dengan teman. Menu floating breakfast umumnya disiapkan untuk berdua.

Namun, belakangan ini tren floating breakfast makin ramai di Bali. Ini karena adegan makan pagi di dalam kolam renang dengan panorama laut , infinity pool atau gunung sangat instragrammable dan sensasional. Para sultan yang berkocek tebal tentu tak melewatkan momen cantik ini.

Harga yang harus dibayarkan lumayan mahal, nyaris sama dengan sarapan all you can eat. Per baki untuk berdua harganya Rp 500.000 ++. Tetapi ada yang lebih murah di berbagai villa. Tergantung dari menu sarapannya. Beberapa resort dan villa kini juga membuat menu ‘floating brunch’ dengan isian lebih lengkap.

Selain di Ayana Resort and Spa dan The Ritz-Carlton Nusa Dua, floating breakfast juga bisa dinikmati di Banyan Tre Koh Samui dan Banyan Tree Bintan, Samsara Ubud, The Chedi Club Tanah Gajah, Ubud, Cabina Seminyak, dan lainnya.

sumber

Perkenalkan Diri Anda (Contoh Pos)

Ini adalah contoh pos yang aslinya dipublikasikan sebagai bagian dari Blogging University. Ikuti salah satu dari sepuluh program kami, dan mulai buat blog dengan tepat.

Anda akan memublikasikan pos hari ini. Jangan khawatir dengan tampilan blog Anda. Jangan khawatir jika Anda belum memberinya nama, atau merasa bingung. Cukup klik tombol “Pos Baru”, dan beri tahu kami apa yang ingin Anda lakukan di sini.

Mengapa harus melakukannya?

  • Karena ini memberikan konteks kepada pembaca baru. Apa fokus Anda? Mengapa mereka harus membaca blog Anda?
  • Karena ini akan membantu Anda fokus pada gagasan Anda sendiri mengenai blog ini dan yang ingin Anda lakukan di dalamnya.

Posnya bisa singkat atau panjang, pengantar personal mengenai kehidupan Anda atau pernyataan misi blog, sebuah manifesto untuk masa depan, atau garis besar sederhana tentang hal yang ingin Anda publikasikan.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk membantu Anda memulai:

  • Mengapa Anda memilih untuk menulis blog secara publik daripada menulis jurnal pribadi?
  • Topik apa yang ingin Anda tulis?
  • Siapa yang ingin Anda jangkau melalui blog Anda?
  • Jika Anda berhasil menulis blog dengan lancar sepanjang tahun depan, apa yang ingin Anda raih?

Tidak ada yang mengikat Anda. Salah satu hal yang menakjubkan tentang blog adalah perubahannya yang terus menerus seiring kita belajar, tumbuh, dan berinteraksi satu sama lain. Namun Anda sebaiknya mengetahui tempat dan alasan memulai, dan mengartikulasikan target Anda mungkin dapat memberikan beberapa ide lain untuk pos Anda.

Tidak tahu cara memulai? Tuliskan saja hal pertama yang muncul di kepala. Anne Lamott, pengarang buku tentang menulis yang kita suka, berkata bahwa Anda harus merelakan diri untuk menulis “konsep pertama yang jelek”. Tidak usah malu. Apa yang dikatakan Anne sangat bagus — mulai menulis saja dulu, dan sunting nanti jika tulisan sudah selesai.

Saat sudah siap memublikasikan, berikan tiga sampai lima tag pada pos yang menjelaskan fokus blog Anda, apakah itu tentang menulis, fotografi, fiksi, pengasuhan anak, makanan, mobil, film, olahraga, apa saja. Tag ini akan memudahkan orang lain yang tertarik dengan topik Anda menemukan Anda di Pembaca. Pastikan salah satu tagnya “zerotohero” agar blogger baru lainnya dapat menemukan Anda juga.